Jam rumah menunjukkan pukul 20.10 WIB ketika itu. Setelah pulang dari toko dan mandi, udah terbesit di pikiran gw buat duduk santai di ruang tamu, nonton tv sambil nyalain ebuddy n opera mini. Apalagi kalo gak buka fb, email, itb.ac.id, n bla bla bla. Tentunya sambil chatting.. haha..
Maka dengan santai dan pikiran tanpa beban duduklah gw di sofa ruang tamu. Gw mulai nyalain ebuddy n opera mini, tidak lupa nyalain tv. Ada yang berbeda kali ini, gak tahu ada karma baik apa yang gw lakuin. Gw tengah menyaksikan acara di metro TV: Face to Face. Spesialnya, Face to Face kali ini menampilkan seorang sosok luar biasa menurut gw. Tiada lain adalah Yang Mulia Dalai Lama XIV, yang sedang berada di India guna menghindari invasi China di negara pimpinan Beliau sendiri, Tibet.
Begitu tahu ada hal yang menarik dan luar biasa menurut gw, lantas gw panggil tuh di david_chentanaman yang tengah online di YM.
"Chen, buka metro TV..." Gw panggil 2 kali, kok ga ada jawaban. Ngerasa kalau acara ini penting banget buat dia, gw panggil lagi deh, kali ini dengan cara nge-buzz. Tapi, gak berbeda jauh, tetap ga ada jawaban.
Di tengah mencoba menginformasikan si chen tentang acara ini, perhatian gw seakan dipecahkan dalam dua kepentingan. Gw pengen banget nonton wawancara dengan Dalai Lama untuk pertama kalinya. Di sisi lain, gw juga menyadari kalau chen bakal sangat membutuhkan acara-acara seperti ini. Di tengah kalut, akhirnya.... "Bentar, gw nyalain tv," balas si chen.
Ya udah, ga ada lagi yang bikin gw risih. Lantas, gw bisa nonton acara itu dengan santai dan fokus tentunya.
Di tayangan tersebut, diceritakanlah ada sebuah wilayah di India yang bernama Dharamsala (kalau ga salah ingat). Pemerintah India memberikan akses kepada masyarakat Tibet yang sedang diinvasi China untuk membangun daerahnya sendiri, di Dharamsala itu. Masyarakat Tibet yang mengungsi tinggal dan membangun kehidupan disana. Segala bentuk kebudayaan dan tradisi, termasuk kehidupan spiritual tumbuh di daerah tersebut. Ciri kehidupan Buddhisme terlihat erat disana, tentunya dengan bentuk tradisi Tibetannya.
Di sanalah seorang tokoh dunia, penginspirasi tokoh-tokoh besar, yang sangat dihormati seluruh masyarakat dunia tinggal. Tidak lain adalah YM Dalai Lama XIV. Beliaulah seorang sosok yang sangat menghargai perbedaan, seorang tokoh yang mencintai kedamaian. Sejak dilancarkannya invasi Cina ke Tibet, Beliau memilih jalan kedamaian untuk penyelesainnya, perang bukan jawaban. Beliau menjadi seorang pengungsi di wilayah India, yaitu Dharamsala.
Bertempat di istana sederhana, Beliau hidup dengan sosoknya yang penuh canda dan tawa. "Kehangatan diri saya disalurkan dalam bentuk senyum dan tawa," ujarnya pada tayangan itu. Beliau juga mengaku bahwa Beliau hidup bahagia. Hidup dalam kedamaian merupakan sebuah kebahagiaan baginya.
Yang paling gw salut dari Beliau, walaupun Beliau merupakan seorang Buddhis yang sarat dengan nilai-nilai Buddhisme, ada satu pernyataan beliau yang luar biasa:
"Kita semua sama, kitalah milyaran manusia yang hidup di bumi ini. Perbedaan ras, agama, dan etnis tidak lantas menjadikan kita berbeda..."
Singkatnya, Beliau adalah seseorang yang sangat menjunjung tinggi perbedaan. Beliau tidak pernah mendogma bahwa agamanya yang terbaik, dan agama lain salah. Beliau bahkan pernah bertemu dengan pemimpin dunia agama lain, dengan tetap menjunjung tinggi perbedaan keyakinan diantara mereka.
Satu hal lagi. Beliau memberikan satu pesan untuk masyarakat Indonesia. Menurutnya, walaupun Indonesia didominasi pemeluk Muslim, tetapi Indonesia begitu variatif dengan adanya pemeluk agama lain. Untuk itu, menurut beliau, Indonesia punya kesempatan untuk menghargai sesama dan hidup berdampingan. Hidup damai adalah kuncinya.
Tayangan yang berdurasi sekitar 1 jam ini begitu menginspirasi buat gw. Gw menjadi lebih memahami perbedaan, dan bagaimana kita selayaknya bersikap dengan pemeluk agama lain. Itu penting, mengingat banyak kenalan-kenalan gw yang berbeda agama dengan gw. Justru Dalai Lama XIV kembali mengingatkan gw dengan nilai Buddhisme murni, untuk mencintai kedamaian dan menghargai perbedaan.
Hai sahabat-sahabatku, perbedaan tidak membuat kita berbeda. Kita daun dari satu pohon. Kita ombak dari satu laut. Kita bintang dari satu langit.
Mari berpuas hati dan berdamai dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.... Love You Forever, all creatures around us...
~11 pm in living room....


0 comments:
Post a Comment